Erni Menemukan Nikmatnya Berdzikir Asmaul Husna, Bakal Ikuti Lagi Kajian & Dzikir AHQ




AHQNews - Suasana hening dan khusyuk menyelimuti kegiatan Kajian dan Dzikir Asmaul Husna bersama Gus Salam YS, SE MM MPd yang digelar di Hotel Bifa Yogyakarta, Minggu (18/01/2026). Mengusung tema “Nikmatnya Berdzikir Asmaul Husna Membuka Pintu Rahmat-Nya”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan jiwa bagi puluhan jamaah yang hadir dari berbagai daerah.
Tak kurang dari 60 jamaah mengikuti majelis ini, datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Wonosobo (Jawa Tengah), hingga Lamongan (Jawa Timur). Para peserta mengikuti rangkaian kajian dan dzikir secara khidmat, mendalami rahasia Asmaul Husna melalui metode Asmaul Husna Quotient (AHQ) yang dirumuskan oleh Gus Salam YS.
Suasana khusyuk semakin terasa saat sesi dzikir berlangsung. Puluhan jamaah tampak menitikkan air mata, larut dalam keheningan yang penuh rasa. Gus Salam YS menjelaskan bahwa tangisan yang muncul dalam dzikir bukanlah tanda kesedihan, melainkan kerinduan ruh kepada Tuhannya.
“Sesungguhnya ruh manusia telah mengenal Allah sejak dalam kandungan. Namun setelah lahir, kesadaran itu sering terhijab oleh urusan dan kepentingan dunia,” ungkapnya.
Merasakan Kedalaman Metode AHQ
Salah satu jamaah, Erni Herawaty asal Papringan, Sleman, mengaku menemukan metode pembelajaran agama yang terasa berbeda dan sangat menyentuh. Menurutnya, kajian dan dzikir Asmaul Husna dengan pendekatan AHQ mampu menembus ruang batin yang selama ini sulit ia jangkau.
“Sebenarnya saya sudah lama diajak untuk hadir, tetapi baru kali ini benar-benar punya waktu dan dorongan kuat. Setelah mengikuti kajian dan dzikir tadi, saya merasakan pengalaman spiritual yang luar biasa,” ujarnya di sela sesi tanya jawab.
Erni berharap, dirinya dapat terus istiqamah mengikuti majelis serupa di masa mendatang. Sebagai bentuk keseriusannya, ia pun mendaftarkan diri dalam program Pesantren Online Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh AHQ Center Indonesia di bawah bimbingan Gus Salam YS.
Pernyataan positif juga disampaikan oleh Maulana dan Mahfud Ali, jamaah asal Lamongan, Jawa Timur. Keduanya mengaku telah lama mengikuti berbagai majelis taklim, namun baru kali ini merasakan dzikir dengan metode AHQ yang menurut mereka menghadirkan ketenangan batin secara mendalam.
Hadirnya Ketenangan Batin
Dalam kajian tersebut, Gus Salam YS menegaskan bahwa dzikir Asmaul Husna bukan sekadar melafalkan nama-nama Allah, melainkan menghadirkan kesadaran hati agar manusia kembali terhubung dengan sumber ketenangan sejatinya.
“Dzikir itu bukan soal banyaknya bacaan, tetapi seberapa hadir hati kita. Ketika dzikir dilakukan dengan rasa, batin akan pelan-pelan menjadi tenang,” ujarnya.
Gus Salam YS menjelaskan, metode Asmaul Husna Quotient (AHQ) menggunakan kombinasi Asmaul Husna. Dan, pada kesempatan kajian ini Gus Salam YS mencontohkan aplikasi dzikir dengan Asma Ya Rahman, Ya Fattah, Ya Wadud, dan Ya Ghaffar sebagai ikhtiar membuka hijab-hijab batin untuk mendapatkan Cahaya Cinta dan Pengampunan.
“Sering kali masalah bukan karena hidup terlalu berat, tetapi hati kita yang tertutup. Dzikir Asmaul Husna menjadi jalan membuka pintu rahmat Allah,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya rabitah atau koneksi spiritual dengan Rasulullah, para nabi, wali, ulama, hingga orang tua agar dzikir lebih hidup dan bermakna. Selain itu, dzikir dilakukan dengan suara yang keluar dan dirasakan, disertai suasana tenang agar jamaah lebih fokus.
“Dalam kondisi rileks, nur Allah lebih mudah masuk ke dalam ruh. Di situlah dzikir bekerja menenangkan jiwa,” katanya. (AHQ)




