Gus Salam YS Hadir di Masjid Raya Bani Umar Tangerang, Ajak Jamaah Bangkit dan Pulih Bersama Cahaya Asmaul Husna

AHQNews - Majelis Taklim Bani Umar bekerja sama AHQ Center Indonesia akan menghelat kajian ruhani bertajuk ‘Awal Baru, Hati Baru’, Selasa, 27 Januari 2026 besok. Kegiatan ini menghadirkan Gus Salam YS, SE MM MPd, konseptor dan inovator Asmaul Husna Quotient (AHQ), sebagai narasumber utama.

Acara akan berlangsung mulai pukul 09.00–11.30 WIB ini digelar di Aula Serbaguna Masjid Raya Bani Umar, kawasan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Mengusung tema Bangkit, Pulih, dan Bertumbuh dengan Cahaya Asmaul Husna’, kajian ini dirancang sebagai ruang refleksi dan pemulihan ruhani bagi masyarakat, khususnya di tengah dinamika kehidupan modern yang kerap menghadirkan tekanan psikologis, kegelisahan batin, serta krisis makna hidup.

Dalam kajian tersebut, Gus Salam YS akan mengupas pendekatan AHQ sebagai metode pengembangan kecerdasan ilahi, yakni kemampuan manusia untuk menyadari, menghadirkan, dan mengamalkan nilai-nilai Asmaul Husna secara sadar dalam kehidupan sehari-hari.

Ahda Yamien, selaku panitia penyelenggara menyampaikan, bahwa tema Awal Baru, Hati Baru dipilih untuk mengajak jamaah melakukan proses muhasabah, melepaskan beban batin masa lalu, serta membuka lembaran kehidupan baru dengan hati yang lebih jernih dan terhubung dengan nilai-nilai ketuhanan.

“Kajian ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ruhani, tempat jamaah menemukan kembali ketenangan, harapan, dan arah hidup melalui cahaya Asmaul Husna,” ujarnya dalam keterangan persnya.

Selain pelaksanaan secara luring, kegiatan ini juga akan disiarkan secara langsung melalui channel resmi YouTube Masjid Raya Bani Umar dan AHQ Center Indonesia, sehingga dapat diikuti oleh masyarakat luas dari berbagai daerah.

Melalui program ini, AHQ Center Indonesia bersama Majelis Taklim Bani Umar menegaskan komitmennya untuk menjadikan masjid sebagai pusat pencerahan, literasi spiritual, dan penguatan nilai-nilai ilahiah yang relevan dengan tantangan zaman.

Diharapkan, kajian ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga mendorong peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai Asmaul Husna dalam kehidupan keluarga, dunia kerja, serta interaksi sosial, sehingga tercipta pribadi-pribadi yang lebih seimbang, berdaya, dan berakhlak. (AHQ)