Hidupkan Hati dengan Dzikir Asmaul Husna, Kajian AHQ Hadir Lagi di Hotel Bifa Yogyakarta

AHQNEWS - Di tengah kehidupan modern penuh tekanan, kebutuhan manusia terhadap ketenangan batin dan kedekatan spiritual (ruhani) semakin besar.

Menjawab kebutuhan tersebut, AHQ Centre Indonesia kembali menggelar kajian ruhani bertema ‘Nikmatnya Berdzikir Asmaul Husna Membuka Pintu RahmatNya’ yang akan berlangsung pada Ahad, 10 Mei 2026, di Hotel BIFA Yogyakarta.

Kegiatan ini menghadirkan Gus Salam YS SE MM MPd, penggagas metode Asmaul Husna Quotient (AHQ), yang selama ini dikenal aktif membimbing masyarakat mengenali karakter ruhani melalui pendekatan nama-nama Agung Tuhan (Asmaul Husna).

Dalam konsep AHQ, dzikir tidak hanya dipahami sebagai amalan lisan, tetapi juga sebagai jalan penyembuhan jiwa dan proses membangun kesadaran diri. Melalui penghayatan terhadap nama-nama indah Allah, umat diajak memahami luka hidup, mengelola emosi, serta menemukan lagi arah hidup yang lebih tenang dan bermakna.

“AHQ atau Asmaul Husna Quotient, adalah metode percepatan penyembuhan luka batin, menghidupkan jiwa, dan menuntun hati kembali kepada Allah melalui pengenalan Asmaul Husna,” ucap Tri Harso Wibowo, penanggung jawab kajian AHQ ini kepada Bangkitmedia.com, Kamis (7/5/2026).

Kajian ini menjadi bagian dari gerakan ruhani yang terus dikembangkan AHQ Centre Indonesia bersama berbagai elemen dakwah dan pendidikan ruhani (komunitas kajian Islam). Selain memperkuat dimensi ibadah, metode AHQ juga menekankan pentingnya transformasi karakter melalui kesadaran terhadap sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari.

“Peserta atau jemaah, nantinya akan diajak memahami bagaimana dzikir Asmaul Husna dapat menjadi energi perubahan diri. Ketika hati mulai terhubung dengan Asma Allah, seseorang diyakini akan lebih mudah menemukan ketenangan, rasa syukur, dan kekuatan menghadapi persoalan hidup,” lanjut Kang Bedjo, sapaan akrab Tri Harso.

Acara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di Hotel BIFA, Jalan Perintis Kemerdekaan No 87, Pandeyan, Yogyakarta. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum yang ingin memperdalam spiritualitas sekaligus memperbaiki kualitas hidup batin.

“Acara kajian ini gratis. Peserta hanya dianjurkan untuk menyiapkan infak terbaiknya untuk mendukung kelancaran acara ini,” imbuhnya. (AHQ)