Kajian Awal Baru Hati Baru di Masjid Raya Bani Umar, Gus Salam YS Kupas Reset Jiwa dengan AHQ

AHQNews - Upaya pemulihan batin dan penguatan kesadaran spiritual di tengah tekanan kehidupan modern terus menemukan relevansinya. Melalui kajian bertema ‘Awal Baru, Hati Baru: Menemukan Energi Hidup dari Cahaya Asmaul Husna’, Gus Salam YS, SE MM MPd, Konseptor dan Inovator AHQ memperkenalkan pendekatan Asmaul Husna Quotient (AHQ) sebagai metode integratif untuk reset jiwa dan aktivasi potensi ruhani manusia.

Kegiatan yang digelar di Aula Serbaguna Masjid Raya Bani Umar, Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (27/1/2026) pukul 09.00–11.00 WIB ini, dihadiri ratusan jamaah Majelis Taklim Bani Umar dan masyarakat umum. AHQ dipaparkan sebagai konsep kecerdasan Ilahi yang memadukan spiritualitas, psikologi kesadaran, dan pendekatan ilmiah modern.

“Banyak orang ingin hidupnya berubah, tapi lupa bahwa perubahan sejati selalu dimulai dari hati. Jika hati belum dibersihkan, maka doa dan ikhtiar sering terhenti di tengah jalan,” ujar Gus Salam YS dalam pemaparannya.

Membuka Hijab Batin Penghalangi Doa

Gus Salam menjelaskan, bahwa kegelisahan, ketakutan, dan kesedihan berkepanjangan kerap bersumber dari luka batin yang tidak tersadari. Luka ini, menurutnya, berfungsi sebagai hijab spiritual yang menghalangi aliran doa dan energi Ilahiah dalam diri manusia.

“Hati yang dipenuhi duka dan trauma ibarat sistem yang terinfeksi virus. Maka yang dibutuhkan bukan sekadar nasihat, tapi instal ulang (reset batin) melalui dzikir yang benar dan sadar,” tegasnya.

Dalam konteks ini, Gus Salam menekankan peran Asma Al Fattah (Maha Pembuka) sebagai kunci spiritual untuk membuka kembali pintu rahmat dan kelapangan jiwa.

Perspektif Medis Neuropsikoimunologi dan DNA Spiritual

Kajian ini juga memperkaya diskursus dengan sudut pandang medis. Dua praktisi kesehatan, dr Indra Djaman SpPD (Dokter Spesial Penyakit Dalam RSU Bhakti Asih Tangerang dan Ketua Eltekers Indonesi) dan Dr Uci Indra Nasution MM (Dirut Lazis DMI Pusat), yang telah mempraktikkan metode AHQ selama beberapa bulan, memaparkan temuan empiris terkait dampak dzikir terhadap tubuh dan psikis manusia.

Dokter Indra menjelaskan, bahwa dzikir intens dan terarah memicu proses neuro-psiko-imuno-hormonal, yakni keterhubungan antara sistem saraf, psikologis, imun, dan hormon.

“Stabilisasi hormon yang terjadi berdampak langsung pada perbaikan karakter, emosi, dan daya tahan tubuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Gus Salam memperkenalkan konsep DNA Spiritual, yakni potensi genetik ruhani yang membawa sifat-sifat Ilahiah, misalnya seperti perlindungan, kebijaksanaan, dan kasih sayang yang telah ditanamkan Tuhan dalam diri manusia.

“Ini bukan sekadar istilah simbolik. DNA Spiritual adalah potensi kesadaran Ilahi yang bisa diaktifkan melalui Asmaul Husna. Inilah yang belum disentuh oleh teori medis konvensional,” jelas Gus Salam.

Neurodzikir dan Resonansi Ihsan

Dalam sesi praktik, jamaah diajak menjalani teknik neurodzikir, yakni dzikir yang dipadukan dengan pola pernapasan khusus. Napas ditarik dengan asma Hu dan dihembuskan dengan Allah, dengan tujuan mencapai kondisi Ihsan, yaknimerasakan kehadiran Allah secara sadar dan mendalam.

Gus Salam merumuskan empat asma utama sebagai fondasi dzikir AHQ, yaitu Ya Rahman, Ya Fattah, Ya Wadud, Ya Muqaddim. Zikir ini, terangnya, dirancang untuk menghasilkan keluaran kesadaran berupa rahmat, cinta, dan penataan ulang prioritas hidup yang bersumber langsung dari Allah.

“Ketenangan bukan berarti hidup tanpa masalah, tapi kemampuan untuk tetap jernih dan bijaksana karena merasa selalu dibersamai Allah,” tuturnya.

Digitalisasi Spiritualitas

Sebagai bagian inovasi dakwah, Gus Salam YS juga memperkenalkan Aplikasi AHQ Center, hasil riset dan pengembangan selama lebih dari 23 tahun. Aplikasi ini memungkinkan pengguna (umat) untuk menjadikan Asmaul Husna sebagai panduan kesadaran harian.

Melalui fitur pemilihan asma berbasis algoritma tertentu, pengguna dapat:

  • mengenali karakter dominan dan potensi diri,

  • memahami jenis ujian hidup yang sedang dihadapi, serta

  • memperoleh panduan refleksi dan dzikir harian.

“AHQ bukan tentang menghafal 99 nama Allah, tetapi menjadikannya teknologi kesadaran untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali ke fitrah,” tandas Gus Salam.

Kajian Awal Baru, Hati Baru ini diharapkan menjadi ruang pembaruan spiritual bagi jamaah, sebuah ajakan untuk memulai lembaran hidup yang lebih jernih, tenang, dan bermakna, dengan hati yang kembali terhubung pada cahaya Asmaul Husna. (AHQ)