Nasihat Cinta Gus Salam YS tentang Ikhlas, QS Al Baqarah: 112

Kunci Berserah dan Tenang Menjalani Hidup Tanpa Ketakutan dan Kesedihan

IKHLAS bukan sekadar membersihkan niat dari riya,

tetapi menyerahkan seluruh arah hidup kepada Allah.

Ketika seorang hamba benar-benar berserah diri,

ia tidak lagi sibuk mengatur hasil,

karena hatinya telah pulang kepada Pemilik takdir.

Ikhlas yang sejati selalu melahirkan kebaikan.

Bukan karena ingin dipuji, bukan karena takut dicela, tetapi karena kebaikan telah menjadi napas jiwa.

Hamba yang ikhlas berbuat baik karena ia tahu Allah melihat, meski manusia tidak.

Dari penyerahan dan kebaikan itu, lahirlah ketenangan batin.

Tidak ada lagi ketakutan yang berlebihan,

karena hidup tidak digantungkan pada makhluk.

Apa pun yang datang diterima sebagai ketentuan Allah,

bukan ancaman yang menggetarkan hati.

Dan ketika ikhlas telah sempurna, kesedihan pun kehilangan kuasanya.

Bukan karena hidup tanpa ujian,

tetapi karena hati tidak lagi menggenggam dunia.

Hamba yang ikhlas boleh menangis,

namun ia tidak tenggelam, karena wajah batinnya bersandar kepada Allah. (AHQ)