Purnawirawan Irjen Pol Hadirkan “Warisan Cahaya” Melalui Buku AL-‘AFUWW — Allah Yang Maha Pengampun
AHQ NEWS — Inspirasi • Informasi • Kebaikan
Perjalanan hidup yang panjang sering kali meninggalkan banyak pelajaran, luka, ujian, dan proses pendewasaan jiwa. Namun bagi Drs. Rusli Nasution, S.H., M.M., M.H., Purnawirawan Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol), perjalanan tersebut akhirnya menemukan makna yang lebih dalam melalui perjalanan karakter ruhani bersama Golden Shift Masterclass (GSM) dan metode AHQ-MAP (Asmaul Husna Quotient – Mapping Awareness Program).
Beliau salah satu peserta yang berdomisili di JAKARTA ini secara resmi dinyatakan LULUS GSM LEVEL 4 – LEGACY (WARISAN CAHAYA), sebuah tahap perjalanan yang tidak hanya menekankan transformasi diri, tetapi juga melahirkan karya kehidupan dalam bentuk buku karakter ruhani sebagai warisan cahaya bagi umat.
Dalam perjalanan tersebut, lahirlah sebuah karya berjudul:
AL-‘AFUWW — ALLAH YANG MAHA PENGAMPUN
“Ketika Allah Mengampuni, Menutup Aib, dan Membentuk Hati yang Lapang serta Jiwa yang Bersih”
Buku ini bukan sekadar tulisan, tetapi refleksi perjalanan ruhani yang sangat dekat dengan kehidupan beliau sendiri.
Menariknya, Asma Al-‘Afuww berulang kali hadir dalam perjalanan beliau melalui fitur “Klik Kotak Asma” di aplikasi AHQ. Seiring waktu, beliau mulai menyadari bahwa Asma tersebut memiliki hubungan yang sangat kuat dengan perjalanan hidup, ujian, serta proses pembentukan jiwanya selama ini.
“Saya mulai memahami bahwa perjalanan hidup saya ternyata bukan sekadar rangkaian peristiwa biasa, tetapi bagian dari proses Allah membentuk karakter ruhani saya.”
Melalui GSM dan AHQ-MAP, beliau mulai melihat bahwa banyak pengalaman hidup, tekanan, tanggung jawab, serta berbagai ujian kehidupan ternyata membawa dirinya pada proses belajar memaafkan, menerima takdir, membersihkan hati, dan mengenal kasih sayang Allah dengan lebih dalam.
Asma Al-‘Afuww sendiri memiliki makna Allah Yang Maha Menghapus dosa, menutup aib, dan memberikan ampunan dengan kelembutan kasih-Nya. Nilai inilah yang perlahan hidup dalam perjalanan batin beliau.
Sebelum mengikuti perjalanan GSM, beliau mengaku pernah berada dalam kondisi mudah marah, sensitif, bahkan sulit merasakan ketenangan batin.
Namun perjalanan bersama AHQ-MAP membawa perubahan yang sangat mendalam.
“Sekarang sudah tidak ada lagi hasrat untuk marah. Tidur pun terasa lebih nyenyak, dan ibadah menjadi lebih nikmat.”
Perubahan tersebut bukan hadir secara instan, melainkan melalui proses mengenali diri, memahami pola kehidupan, dan menyadari bagaimana Allah bekerja membentuk hati manusia melalui setiap ujian hidup.
Dalam buku AL-‘AFUWW, beliau menuangkan refleksi tentang pengampunan, penerimaan hidup, pembersihan hati, dan perjalanan kembali mendekat kepada Allah.
Buku ini menjadi simbol bahwa perjalanan ruhani sejati bukan tentang menjadi manusia yang sempurna, tetapi tentang bagaimana hati terus belajar dibersihkan, dilembutkan, dan diarahkan kembali kepada cahaya Allah.
Menurut beliau, perjalanan bersama GSM dan AHQ bukan hanya menghadirkan ilmu ruhani, tetapi membantu manusia memahami bagaimana Asmaul Husna hidup dalam karakter, perilaku, dan misi kehidupan manusia.
“Saya merasa perjalanan ini membuka mata hati saya bahwa pengabdian sejati bukan hanya kepada negara dan manusia, tetapi juga kepada Allah melalui manfaat dan keteduhan yang kita hadirkan bagi sesama.”
Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Gus Salam YS selaku penggagas metode AHQ-MAP, yang telah menghadirkan sebuah pendekatan pembentukan karakter ruhani berbasis Asmaul Husna dengan cara yang sederhana, menyentuh, namun sangat mendalam.
“Terima kasih kepada Gus Salam YS yang telah menggagas metode luar biasa ini. Semoga AHQ-MAP terus menjadi jalan manfaat, membantu banyak manusia lebih mengenal dirinya, lebih dekat kepada Allah, dan menjadi cahaya bagi umat.”
Kelulusan GSM Level 4 – Legacy sendiri merupakan tahap perjalanan yang melahirkan karya kehidupan berupa buku karakter ruhani sebagai bentuk warisan pemikiran, pengalaman, dan cahaya perjalanan hidup.
Karena itu, buku AL-‘AFUWW — Allah Yang Maha Pengampun bukan hanya menjadi karya pribadi, tetapi juga warisan cahaya yang diharapkan dapat menginspirasi banyak jiwa untuk:
berdamai dengan masa lalu,
membersihkan hati,
belajar memaafkan,
menerima takdir,
dan kembali mengenal Allah dengan lebih dalam.
Perjalanan Drs. Rusli Nasution menjadi salah satu gambaran nyata bahwa ketenangan sejati tidak selalu lahir dari jabatan, penghormatan, atau pencapaian dunia, tetapi dari hati yang mulai mengenal Tuhannya.
Semoga karya ini menjadi cahaya yang terus hidup, mengalirkan manfaat, dan menghadirkan keteduhan bagi banyak jiwa yang sedang mencari makna kehidupan.
AHQ NEWS
Inspirasi • Informasi • Kebaikan


